Blogroll

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 26 Juni 2024

Koneksi Antar Materi - Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1. Filosofi Pendidikan Menurut Ki hajar Dewantara



 Artikel 

 Refleksi Diri Tentang Pemikiran Ki Hadjar Dewantara

Oleh : I Nyoman Supariarta, S.Pd

CGP Angkatan 11


 A.  Refleksi Diri dalam Proses Pembelajaran Yang Selumnya dilakukan

          Sebelum saya mempelajari modul 1.1. Refleksi Diri Tentang Pemikiran Ki Hadjar Dewantara.  Saya memiliki kepercayaan siswa yang tergolong pintar adalah siswa yang memiliki nilai ulangan bagus, pintar dalam berbicara, rajin dikelas, dan mendapatakan prestasi gemilang, saya juga sebelumnya berpikir bahwa pembelajaran yang saya lakukan di kelas sudah bagus sudah sesuai dengan kurikulum yang berlaku, tanpa perlu mendengarkan apa yang dialami siswa saat pembelajaran, dan saat siswa mendapatkan nilai yang jelek saya menjadi kecewa terhadap pembelajaran yang saya lakukan, mengapa siswa mendapatkan nilai jelek padahal saya yakni pembelajaran yang saya berikan sudah banyak?. Dalam pembelajaran yang saya lakukan juga saya menyadari banyak siswa yang kurang aktif dalam belajar, ada yang main hp dan cenderung kurang focus dan pasif, saya mengira hal tersebut dikarenakan mereka jenuh terhadap pembelajaran yang saya berikan atau kurangnya saya memotivasi mereka. Saya juga tidak pernah menanyakan kepada siswa apa minat bakat dari siswa sebelum Pelajaran berlangsung, karena saya menganggap bahwa minat dan bakat itu diasah dalam pembelajaran ektrakulikuler dan ko-kulikuler.

            Saya juga mengira bahwa cara yang ampuh dari meningkatkan hasil belajar siswa adalah remidial walaupun saya sadari siswa saat remidialpun nilainya kecil. Jika siswa tidak mengumpulkan tugas yang saya berikan cenderung saya marah dan menghukum siswa tanpa saya menanyakan apa permasalahan siswa mengapa tidak mengumpulkan tugas yang saya berikan. Saya juga cenderung membebani siswa dengan tugas yang banyak tanpa saya menyadari apakah tugas yang saya berikan akan bermanfaat bagi siswa kelak. Saya juga terpaku terhadap materi ajar yang saya berikan harus habis tanpa saya meminta siswa merefleksi pembelajaran yang saya lakukan. Dalam pembelajaran yang saya lakukan saya juga menyadari bahwasanya siswa akan bisa Pelajaran saya jika nilai ulangan bagus, pandai dalam memahami materi. Saya juga meyakini bahwa anak/murid itu bagaikan kertas putih yang kosong dan kita sebagai orang dewasa mampu menulis sesuai keinginan kita, saya sangat meyakini maka dalam prosesnya saya cenderung memberikan banyak materi kepada siswa agar mereka banyak mendapatkan pengetahuan ternyata hal tersebut tidaklah sesuai dengan kebutuhan murid.

 B.  Refleksi Diri Tentang Pemikiran Ki Hadjar Dewantara 

        Setelah saya mempelajari Refleksi Diri Tentang Pemikiran Ki Hadjar Dewantara, Saya menyadari pendidikan merupakan tuntuntan  terjadap segala kodrat anak agar mencapai keselamatan, kebahagiaan yang setinggi-tingginya  sebagai seorang manusia maupun anggota masyarakat. Pendidikan bertujuan untuk menuntun (memfasilitasi/membantu) anak untuk menebalkan garis samar-samar agar dapat memperbaiki laku-nya untuk menjadi manusia seutuhnya. Jadi anak bukan kertas kosong yang bisa digambar sesuai keinginan orang dewasa. Sebagai seorang pendidik kita hanya mampu menuntun tubuh atau hidupnya kodrat anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya).  Ki Hajar Dewantara Mengibaratkan  Pendidik seperti seorang petani dan anak anak itu seperti biji tumbuhan yang disemai dan ditanam oleh pak tani di lahan yang telah disediakan.  Anak-anak itu bagaikan bulir-bulir jagung yang ditanam. Anak hidup dalam kodrat alam dan zamannya. Kodrat alam berkaitan dengan “sifat” dan “bentuk” lingkungan di mana anak berada, sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan “isi” dan “irama. Dalam proses “menuntun”, anak diberi kebebasan namun pendidik sebagai ‘pamong’ dalam memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Seorang ‘pamong’ dapat memberikan ‘tuntunan’ agar anak dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar. Dalam menghadapi dan mengadopsi perubahan perubahan yang terjadi, KHD juga mengingatkan para pendidik untuk tetap terbuka namun tetap waspada terhadap perubahan-perubahan yang terjadi, jangan hanya meniru, selalu menjadi pertimbangan bahwa Indonesia juga memiliki potensi potensi kultural yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Kekuatan sosio-kultural menurut KHD menjadi proses ‘menebalkan’ kekuatan kodrat anak yang masih samar-samar. KHD menjelaskan, keluarga menjadi tempat yang utama dan paling baik untuk melatih pendidikan sosial dan karakter baik bagi seorang anak. Keluarga merupakan tempat bersemainya pendidikan yang sempurna bagi anak untuk melatih kecerdasan budi-pekerti (pembentukan watak individual). Budi pekerti, atau watak atau karakter merupakan perpaduan antara gerak pikiran, perasaan dan kehendak atau kemauan sehingga menimbulkan tenaga. Alam keluarga menjadi ruang bagi anak untuk mendapatkan teladan, tuntunan, pengajaran dari orang tua. Peran orang tua sebagai guru, penuntun, dan pemberi teladan menjadi sangat penting dalam pertumbuhan karakter baik anak. Dari sini saya memiliki kesadaran bahwasanya kita sebagai pendidik haruslah memperhatikan kodrat yang ada di anak, kita hurus menyesuaikan kebutuhan belajar dari anak.

 C. Perubahan Prilaku setelah mempelajari Refleksi Diri Tentang Pemikiran Ki Hadjar Dewantara 

Strategi yang harus ditempuh sebagai seorang pendidik  yakni pendidikan yang berpihak pada murid sesuai kontek diri murid dan sosial budaya daerah asal. Dengan mengkontektualkan Budaya Daerah dengan Pendidikan yang dilakukan disekolah akan mengkuatkan karakter murid. Contoh kecil yang bisa kita lakukan sebagai pendidik yakni mengintegrasikan pemahaman Ki Hajar Dewantara (KHD)  dengan kearipan budaya bali Tri Hita Karana. Tri Hita Karana merupakan konsep budaya adiluhung dari budaya bali yang terdiri dari Parahyangan (Hubungan Manusia dan tuhan), Palemahan (Hubungan Manusia dan Lingkungan), Pawongan (Hubungan Manusia dan manusia).  Dengan Mengadopsi nilai luhur Tri Hita Karana dengan filosofi Pendidikan dari KHD akan tercipta kelas dan sekolah yang harmonis, dan sesuai dengan profil belajar Pancasila. Dengan mengadopsi dengan nilai-nilai luhur kearifan budaya daerah asal yang relevan menjadi penguatan karakter murid sebagai individu sekaligus sebagai anggota Masyarakat. Akan “menebalkan”kekuatan kodrat anak yang sesuai dengan Kodrat alam dan kodrat zaman. KHD menegaskan  bahwa didiklah anak-anak dengan cara yang sesuai dengan tuntutan alam dan zamannya sendiri. Yang mampu juga saya terapkan di kelas saya yakni saya harus menyadari murid saya memiliki kelebihan masing-masing dan murid itu adalah individu yang unik dan mereka memiliki bakat, potensi, dan karakter masing masing. Dengan saya memahami hal demikian saya mampu menuntun kodrat murid itu disesuaikan dengan kodrat alam dan zamannya. Selanjutnya dalam proses pembelajran yang saya berikan haruslah sesuai dengan ciri khas dari murid sehingga mereka mampu mengidentifikasi dirinya sesuai dengan bakat dan minatnya. Selain itu yang saya juga harus lakukan yakni saya melakukan refleksi setiap selesai saya mengajar, mengembangkan budaya positif dikelas dan membuat kesepakatan kelas sebagai awal dari proses memperbaiki diri dan memerdekan belajar. Hal ini yang dikatakan oleh Ki hajar Dewantara sebagai Pembelajaran yang berpihak terhadap murid. Hal yang juga harus saya lakukan adalah menerapkan semboyan Pendidikan yang diberikan oleh Ki hajar dewantara sebagai suri pamong dalam proses belajar di sekolah sehingga akan tercipta generasi emas demi Indonesia yang lebih maju. ( Supariarta).

Vidio. Refleksi Kritis Pemikiran Ki Hajar Dewantara




Rabu, 21 Oktober 2020

PENGINDRAAN JAUH (PJ)

Definisi Penginderaan Jauh

Menurut Lillesand dan Kiefer

Pengindraan jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentangobjek, daerah atau gejala dengan jalan menganalisis data yang diperoleh denganmenggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap objek, atau gejala yang dikaji.

Komponen-komponen pengindraan jauh meliputi hal-hal berikut.

     a. Sumber Tenaga

Dalam pengindraan jauh harus ada tenaga untuk memantulkan ataumemancarkan objek di permukaan bumi.Tenaga yang digunakan adalah tenagaelektromagnetik, dengan sumber utamanya adalah matahari. Tenaga lain yangbisa digunakan adalah sumber tenaga buatan, sehingga dikenal adanyapengindraan jauh sistem pasif dan pengindraan jauh sistem aktif.

1)       Penginderaan Jauh Sistem Pasif

Pada pengindraan jauh sistem pasif, tenaga yang menghubungkan perekam dengan objek di bumi dengan menggunakan tenaga alamiah yaitu matahari (dengan memanfaatkan tenaga pantulan), sehingga perekamannyahanya bisa dilakukan pada siang hari dengan kondisi cuaca yang cerah.

2)       Penginderaan Jauh Sistem Aktif

Pada pengindraan jauh sistem aktif, perekamannya dilakukan dengan tenaga buatan (dengan tenaga pancaran), sehingga memungkinkan perekamannya dapat dilakukan pada malam hari maupun siang hari, dan di segala cuaca.

b.    Atmosfer

Atmosfer mempunyai peranan untuk menghambat dan mengganggu tenaga atau sinar matahari yang datang (bersifat  selektif terhadap panjang gelombang).Tidak semua spektrum elektromagnetik mampu menembus  lapisan atmosfer, hanya sebagian kecil saja yang mampu menembusnya.Hambatan pada atmosfer disebabkan oleh debu, uap air, dan gas.Hambatan atmosfer ini berupa serapan, pantulan, dan hamburan.Hamburan adalah pantulan ke segala arah yang disebabkan oleh benda-benda yang permukaannya kasar dan bentukannya tidak menentu, atau oleh benda-benda kecil lainnya yang berserakan.Bagian dari spektrum elektromagnetik yang mampu menembus atmosfer dan sampai ke permukaan bumi disebut jendela atmosfer. Jendela atmosfer yang paling banyak digunakan adalah spektrum tampak yang dibatasi oleh gelombang 0,4 mikrometer hingga 0,7 mikrometer

c.  Interaksi antara tenaga dengan objek

Setiap objek mempunyai sifat tertentu dalam memantulkan ataumemancarkan tenaga ke sensor. Objek yang banyak memantulkan ataumemancarkan tenaga akan tampak lebih cerah, sedangkan objek yang pantulanatau pancarannya sedikit akan tampak gelap.Interaksi antara tenaga dengan objek dibagi menjadi 3 variasi, yaitu:

1)       variasi spektral, mendasarkan pada pengenalan pertama suatu objek, missal cerah dan gelap

2)       variasi spasial, mendasarkan pada perbedaan pola keruangannya, sepertibentuk, ukuran, tinggi, serta panjang, dan

3)       variasi temporal, mendasarkan pada perbedaan waktu perekaman dan umur objek.

d.      Sensor

Sensor berfungsi untuk menerima dan merekam tenaga yang datang dari suatu objek.Kemampuan sensor dalam merekam objek terkecil disebut dengan resolusi spasial. Berdasarkan proses perekamannya, sensor dibedakan menjadi 2 sebagai berikut.

1)       Sensor Fotografik

Sensor fotografik adalah sensor yang berupa kamera dengan menggunakan film sebagai detektornya yang bekerja pada spetrum tampak.Hasil dari penggunaan sensor fotografik adalah bentuk foto udara.

2)       Sensor Elektronik

Sensor elektronik menggunakan tenaga elektrik dalam bentuk sinyal elektrik yang beroperasi pada spektrum yang lebih luas, yaitu dari sinar sampai gelombang radio dengan pita magnetik sebagai detektornya.Keluaran dari penggunaan sensor elektrik ini adalah dalam bentuk citra.

e.    Perolehan Data

Perolehan data dapat dilakukan dengan cara manual secara visual, maupundengan numerik atau digital. Perolehan data dengan menggunakan cara manualyaitu cara memperoleh data dengan menginterpretasi foto udara secara visual.Perolehan data dengan cara numerik atau digital yaitu dengan menggunakandata digital melalui komputer.

f.    Pengguna Data (User)

Tingkat keberhasilan dari penerapan sistem pengindraan jauh ditentukanoleh pengguna data. Kemampuan pengguna data dalam menerapkan hasilpengindaraan jauh juga dipengaruhi oleh pengetahuan yang mendalam tentangdisiplin ilmu masing-masing maupun cara pengumpulan data dari sistempengindraan jauh. Data yang sama dapat digunakan untuk mencari info yangberbeda bagi pengguna (user) yang berbeda pula. Berdasarkan kerincian,keandalan, dan kesesuaian data dari sistem pengindaraan jauh akan menentukandapat diterima atau tidaknya data pengindraan jauh oleh pengguna (user).


A.       Jenis Citra Penginderaan Jauh

1.         Citra Foto

Citra foto adalah gambaran suatu objek yang dibuat dari pesawat udara, dengan menggunakan kamera udara sebagai alat pemotret.Hasilnya dikenal dengan istilah foto udara. Citra foto dapat dibedakan menurut beberapa aspek, antara lain sebagai berikut.

a.         Berdasarkan Spektrum Elektromagnetik yang Digunakan

1)         Foto Ultraviolet

    Foto Ultraviolet adalah foto yang dibuat dengan menggunakan spectrum ultraviolet dekat dengan panjang gelombang 0,29 mikrometer. Cirinya adalahmudah untuk mengenali beberapa objek karena perbedaan warna yang sangatkontras.Kelemahan dari citra foto ini adalah tidak banyak informasi yang dapatdisadap.Foto ini sangat baik untuk mendeteksi tumpahan minyak di laut,membedakan atap logam yang tidak dicat, jaringan jalan aspal, batuan kapur,juga untuk mengetahui, mendeteksi, dan memantau sumber daya air

2)   Foto OrtokromatikFoto Ortokromatik adalah foto yang dibuat dengan menggunakan spectrum tampak dari saluran biru hingga sebagian hijau (0,4 – 0,56 mikrometer). Cirinya banyak objek yang bisa tampak jelas.Foto ini bermanfaat untuk studi pantai karena filmnya peka terhadap objek di bawah permukaan air hingga kedalaman kurang lebih 20 meter.

3)       Foto Pankromatik

Foto pankromatrik adalah foto yang menggunakan seluruh spektrum tampak mata mulai dari warna merah hingga ungu. Kepekaan film hampir sama dengan kepekaan mata manusia. Pada umumnya digunakan film sebagai negatif dan kertas sebagai positifnya.Wujudnya seperti pada foto, tetapi bersifat tembus cahaya.Foto pankromatik dibedakan menjadi 2 yaitu pankromatik hitam putih dan foto infra merah

Foto Pankromatrik digunakan dalam berbagai bidang, sebagai berikut.

(1)     Di bidang pertanian, untuk pengenalan dan klasifikasi jenis tanaman,evaluasi kondisi tanaman, dan perkiraan jumlah produksi tanaman,

(2)     Di bidang kehutanan, digunakan untuk identifikasi jenis pohon,perkiraan volume kayu, dan perkembangan luas hutan,

(3)     Di bidang sumber daya air, digunakan untuk mendeteksi pencemaranair, evaluasi kerusakan akibat banjir, agihan air tanah, dan air permukaan,

(4)     Di bidang perencanaan kota dan wilayah, digunakan untuk penafsiranjumlah dan agihan penduduk, studi lalu lintas, studi kualitas perumahan,penentuan jalur transportasi, dan pemilihan letak berbagai bangunanpenting,

(5)     Penelitian ekologi hewan liar, berguna untuk mendeteksi habitat dan untuk pencacahan jumlah populasinya, dan

(6)     Evaluasi dampak lingkungan.

4. Foto Inframerah

Foto infra merah adalah foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum infra merah dekat, dengan panjang gelombang 0,9 – 1,2 mikrometer, yang dibuat secara khusus yang terletak pada saluran merah dan sebagian saluran hijau. Cirinya dapat mencapai bagian dalam daun, sehingga rona pada foto infra merah daun tidak ditentukan berdasarkan warna tetapi oleh sifat jaringannya.Perbedaan antara foto infra merah dengan film pankromatik hitam putihterletak pada kepekaannya. Foto infra merah mempunyai beberapakeunggulan, antara lain:

(1)  mempunyai sifat pantulan khusus bagi vegetasi,

(2)  daya tembusnya yang besar terhadap kabut tipis, dan

(3)  daya serap yang besar terhadap air.

Kelemahan foto infra merah antara lain:

(1)     adanya efek bayangan gelap karena saluran infra merah dekat tidakpeka terhadap sinar baur dan sinar yang dipolarisasikan,

(2)     sifat tembusnya kecil terhadap air, dan

(3)     kecepatan yang rendah dalam pemotretan.

A.       Interpretasi Citra Penginderaan Jauh

     Interpretasi citra adalah kegiatan menafsir, mengkaji, mengidentifikasi, dan mengenali obyek pada citra, selanjutya menilai arti penting dari obyek tersebut.Kegiatan memperoleh data inderja dari interpretasi citra ini dilakukan dengan menggunakan alat bantu, yaiatu Stereoskop. Alat ini berfungsi untuk memunculkan gambar 3D dari 2 buah foto udara 2D yang diletakkan secara bertampalan. Dua buah foto udara tersebut merupakan wilayah yang sama namun sudut pemotretannya berbeda.

1.         Unsur-unsur Interpretasi Citra

Pengenalan objek pada citra merupakan unsur keberhasilan dalam menginterpretasi sebuah citra.Tanpa dikenali identitas dan jenis objek padacitra, tidak mungkin dilakukan analisis untuk memecahkan masalah yang ada.

Unsur interpretasi citra adalah sebagai berikut.

a)       Rona adalah tingkat gelap cerahnya objek pada citra.

b)       Bentuk adalah pengenalan objek pada citra berdasarkan bentuknya. Contoh,gedung sekolah pada umumnya berbentuk menyerupai huruf I, L, atau U.

c)       Ukuran adalah ciri objek berupa jarak, luas, tinggi lereng, dan volume. Contoh, lapangan olah raga sepak bola dicirikan oleh bentuk segi empatdan ukuran yang tetap sekitar 80 – 100 m.

d)       Tekstur adalah frekuensi perubahan rona pada citra. Tekstur dinyatakan dalam ukuran kasar, sedang, dan halus. Contoh, hutan bertekstur kasar,belukar bertekstur sedang, dan semak bertekstur halus.

e)       Pola atau susunan keruangan merupakan cirri yang menandai banyaknyaobjek buatan manusia dan beberapa objek alamiah. Contoh, permukimantransmigrasi dikenali dengan pola yang teratur, yaitu ukuran rumah yang jaraknya seragam, dan selalu menghadap ke jalan. Kebun karet, kelapa,kopi mudah dibedakan dengan hutan atau vegetasi lainnya dengan polanyayang teratur, yaitu dari pola serta jarak tanamnya.

f)        Situs adalah letak suatu objek terhadap objek lain di sekitarnya. Contoh, permukiman pada umumnya memanjang di tepi sungai atau sepanjangjalan raya.

g)       Bayangan bersifat menyembunyikan objek yang berada di daerah gelap.Bayangan merupakan kunci pengenalan yang penting dari beberapa objek.Dengan adanya bayangan, objek akan tampak lebih jelas. Contoh, lerengterjal tampak lebih jelas dengan adanya bayangan, begitu juga cerobong asap dan menara, tampak lebih jelas dengan adanya bayangan.

h)       Asosiasi adalah keterkaitan antara objek yang satu dengan objek lainnya.Contoh, stasiun kereta api berasosiasi dengan jalan kereta api yangjumlahnya lebih dari satu atau bercabang.


A.       Manfaat Penginderaan Jauh

Teknologi Penginderaan Jauh yang dikembangkan oleh Digitalglobe sejak tahun 1993, telah menghasilkan generasi terbaru berupa citra satelit WorldView-3 yang memiliki kualitas resolusi yang semakin canggih dan cakupan spektrum yang semakin lengkap, sehingga sangat bermanfaat bagi analisis permukaan bumi dengan sangat detail.
Bidang Kelautan

Dalam bidang kelautan Citra yang digunakan adalah Seasat dan MOSS

·         Pengamatan sifat fisis air laut.

·         Pengamatan pasang surut air laut dan gelombang laut.

·         Pemetaan perubahan pantai, abrasi, sedimentasi, dan lain-lain.

·         Pengamatan sifat fisis air seperti suhu, warna, kadar garam dan arus laut.

·         Pengamatan pasang srut dengan gelombang laut (tinggi, frekuensi, arah).

·         Mencari distribusi suhu permukaan.

·         Studi perubahan pasir pantai akibat erosi dan sedimentasi. 

Bidang Hidrologi

Dalam bidang kelautan Citra yang digunakan adalah Lanzat dan SPOT

·         Pemanfaatan daerah aliran sungai (DAS) dan konservasi sungai.

·         Pemetaan sungai dan studi sedimentasi sungai.

·         Pemanfaatan luas daerah dan intensitas banjir.

Bidang Meteorologi dan Klimatologi

Dalam bidang kelautan Citra yang digunakan adalah NOAA dan GMS

·         Membantu analisis cuaca dengan menentukan daerah tekanan rendah dan daerah bertekanan tinggi, daerah hujan, dan badai siklon.

·         Mengetahui sistem atau pola angin permukaan.

·         Permodelan meteorologi dan data klimatologi.

·         Untuk pengamatan iklim suatu daerah melalui pengamatan tingkat kewarnaan dan kandungan air di udara.

Bidang Sumber Daya alam

Citra yang digunakan adalah Landsat dan SPOT, ASTER, Soyus.

·           Penentuan arah penggunaan lahan

·           Pemetaan pengunaan lahan

·           Inventaris perubahan penggunaan lahan

·           Pemantauan kerusakan lahan

·           Perencanaan pengembangan wilayah

·         Perencanaan pencetakan sawah dan pembuatan irigasi.

·         Inventarisir lahan-lahan pertanian dan perkebunan.

·         Perencanaan pembukaan kawasan hutan baru

·         Inventarisir hutan-hutan produksi.

Bidang Antariksa (Rangger, Viking, Luna, Venera

·         Penyelidikan tentang luar angkasa

·         Pengamatan benda-benda angkasa

·         Pemetaan benda-benda angkasa

 

 Keunggulan Pengindraan jauh

Penggunaan pengindraan jauh untuk berbagai kajian semakin meningkat.Adapun kelebihan pengindraan jauh adalah sebagai berikut.

Citra menggambarkan objek kajian di permukaan bumi dengan bentuk, letak, dan

1)       wujud yang sama dengan aslinya dengan daerah cakupan yang luas.

2)       Dengan menggunakan alat stereoskop, objek pada citra dapat diamati secara tiga dimensi

3)       Objek yang sulit dijangkau oleh manusia dimungkinkan untuk dapat diperoleh dengan pengindraan jauh

4)       Waktu yang dibutuhkan relative singkat

 Kelemahan Pengindraan Jauh

Meskipun pengindraan jauh memiliki banyak keunggulan, ternyata pengindraan jauh juga memiliki kelemahan.Kelemahan tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.

1)         Tidak semua orang dapat menggunakan karena harus memiliki keahlian khusus

2)         Alat yang digunakan mahal